PRESIDEN HARUS TEGAS BERSIKAP SEPERTI OBAMA

formatnews - Kupang, 25/7: Pengamat ekonomi dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang Prof Dr Vincent Gaspersz SE.MM berpendapat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus tegas bersikap seperti Presiden Amerika Serikat Barrack Obama dalam memandang kasus pencemaran di Teluk Mexico.

"Terkait dengan pencemaran minyak mentah di Laut Timor akibat meledaknya kilang minyak Montara pada 21 Agustus 2009, Presiden SBY harus mencontohi Obama yang begitu tegas kepada British Petroleum akibat tumpahan minyak di Teluk Mexico," kata Gaspersz di Kupang, Minggu.

Ia mengatakan sikap tegas yang ditunjukkan Presiden Barrack Obama itu merupakan cermin kepedulian seorang kepala negara atas sebuah persoalan yang menyangkut kepentingan dan hajat hidup orang banyak.

"Masalah pencemaran adalah persoalan universal yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah untuk menanganinya. Maka sungguh elok dan menawan jika Presiden SBY juga harus bersikap tegas dalam memandang persoalan pencemaran di Laut Timor," katanya.

Ia menambahkan Presiden SBY memang sudah menyampaikan persoalan yang terjadi di Laut Timor, namun sungguh sangat terlambat karena peristiwa meledaknya sumur Montara yang mengakibatkan pencemaran di Laut Timor itu sudah terjadi hampir setahun, yakni pada 21 Agustus 2009 lalu.

Gaspersz mengatakan dalam kasus pencemaran minyak di Teluk Mexico, Presiden Obama juga memarahi pihak birokrat Amerika Serikat yang memperpanjang izin pengeboran minyak bumi bagi BP yang kemudian melahirkan malapetaka besar di Teluk Mexico.

"Pencemaran di Teluk Mexico itu menjadi persoalan yang sangat serius bagi Presiden Obama sampai akhirnya menunda kunjungan kenegaraannya ke Indonesia," katanya mencontohkan sikap Presiden AS itu dalam memandang persoalan pencemaran.

Dalam hubungan dengan kasus pencemaran minyak di Laut Timor, kata dosen Fakultas Ekonomi Unika Widya Mandira Kupang itu, operator ladang minyak Montara, PTTEP Asutralasia harus bertanggungjawab.

Ia menambahkan Presiden SBY harus bersikap tegas membicarakan masalah pencemaran di Laut Timor dengan pemerintah Australia dan Thailand, serta operator ladang minyak Montara, PTTEP Australasia.

Perusahaan minyak yang berbasis di Thailand itu menyatakan, pihaknya hingga kini belum menerima klaim resmi dari pemerintah Indonesia bahwa rembesan minyak dari Montara telah menjangkau perairan Indonesia.

Sampai sejauh ini, belum ada satu tim pun dari Indonesia yang melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan komprehensip terkait dengan kerusakan ekologi dan ekosistem di Laut Timor akibat pencemaran tersebut.

"Dengan mengacu pada hasil penyelidikan dan komprehensip ini baru pemerintah Indonesia mengajukan klaim ganti rugi kepada operator ladang minyak tersebut, karena pemerintah sudah sangat terlambat dalam menyikap persoalan tersebut," katanya. *ant*

  Share on Facebook

 

Silahkan Beri Komentar.

Nama Anda*
:
Email Anda*
:
Website Anda
:
Komentar Anda*
:
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.
Harap menggunakan bahasa yang sopan dalam memberi komentar.
 

..:|formatMedan||formatPekanbaru||formatTapanuli||formatAceh||formatPadang||formatPalembang||formatYogyakarta||formatSurabaya||formatBali||formatPalangkaraya|:..

.:|formatPontianak||formatSamarinda||formatMataram||formatMakasar||formatManado||formatKendari||formatKupang||formatJayapura|:..

Page View x . since April 2008 all rights reserved © formatnews.com [2008] . disclaimer | redaksi | powered by. formatnews | design by pt format teknologi informasi