ANGKUTAN SUNGAI SEBERANG RENGAT INHU ALAMI KELANGKAAN BBM

formatnews, Pekanbaru – Selasa (27/7): Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium maupun solar terus terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Bahkan kelangkaan BBM ini rupanya tidak saja terjadi di jalur darat, namun saat ini juga terjadi di jalur sungai.

Sejak dua pekan terakhir dan para pengusaha angkutan sungai yang terdiri dari warga seberang Rengat merasakan kesulitan atas kelangkaan BBM jenis premium dan solar itu yang sudah sulit didapatkan di pengecer di pinggir sungai.

Anto, salah seorang warga Rengat Seberang yang juga memiliki kapal pompong yang kesehariannya mengangkut warga Rengat yang hilir mudik ke kota Rengat dan seberang Rengat, ditemui Selasa (27/7) mengatakan pihaknya sangat kesulitan untuk mencari BBM jenis solar untuk keperluan kapal pompongnya untuk melayani jalur angkutan sungai.

Padahal menurut Anto, pihaknya dalam sehari memerlukan bahan bakar solar ini sekitar 100 liter untuk keperluan jalur angkutan penyeberangan ini. Akibat dari langkanya solar ini para penumpang semua jurusan bisa terlantar disebabkan BBM jenis solar sulit didapat.

“Maklumlah, saat ini pembangunan jembatan beton penyebarangan dari Kota Rengat menuju seberang Rengat hingga sampai kini belum selesai. Satu-satunya alat penyeberangan warga yaitu kapal pompong,” ujar Anto.

Katanya. sebelumnya para pengusaha angutan pompong air ini selalu mendapatkan BBM jenis solar untuk angkutan sungai akan tetapi beberapa hari terakhir ini sulit didapat di SPBU yang ada dalam kota Rengat.

“Biasanya pompong ini berangkat pukul 07.00 WIB pagi, tetapi sekarang kami mengubahnya bisa berangkat pukul 10.00 WIB, hal ini disebabkan sulitnya mendapatkan BBM itu tadi,” katanya.

Pihaknya juga untuk mendapatkan BBM jenis solar ini terpaksa terus mencari di pengecer (di pinggir-pinggir jalan dalam kota), hanya saja harganya pun melambung naik. Sementara meminta surat rekomendasi dari Dinas Perhubungan, Telekomunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) setempat untuk keperluan angkutan sungai seperti mesin pompong sangat sulit.

“Padahal kalau imbauan dari Dishubkominfo sudah jelas disebutkan agar bisa diberi kemudahan untuk mendapatkan BBM jenis premium dan solar untuk pengusaha angkutan sungai,” urai Anto mengingatkan.

Dijelaskannya, di SPBU yang ada di kota Rengat dan hanya satu-satunya saat ini kalau para pemilik pompong angkutan sungai memerlukan BBM jenis solar untuk keperluan angkutan mereka (pihak SPBU-Red) langsung memberikan berapa yang diperlukan.

“Dengan sulitnya mendapatkan BBM jenis solar, kami akan menaikkan harga pembayaran untuk sekali penyeberangan. Kenaikan tarif ini hanya sementara, karena sulitnya untuk mendapatkan BBM jenis solar. Kami rasa penumpang tidak bakalan komplain atau protes dengan adanya kenaikan harga ongkos penyeberangan ini, karena para penumpang juga tahu kalau BBM di tingkat pengecer sulit di dapat,” kata Anto.

Sementara kelangkaan terhadap jenis premium juga sama terjadi. Hal ini disebabkan banyaknya perusahaan fabrik tandan buah segar (TBS) atau crumb pulp Oil (CPO) yang berada di Inhu yang saban hari memerlukan BBM. Hal ini pantas terjadi oleh karena itu BBM sulit didapatkan baik di tingkat pengecer maupun di SPBU seputar kota Rengat, Inhu. *sdp*



  Share on Facebook

 

Silahkan Beri Komentar.

Nama Anda*
:
Email Anda*
:
Website Anda
:
Komentar Anda*
:
Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang diberikan oleh pembaca.
Harap menggunakan bahasa yang sopan dalam memberi komentar.
 

..:|formatMedan||formatPekanbaru||formatTapanuli||formatAceh||formatPadang||formatPalembang||formatYogyakarta||formatSurabaya||formatBali||formatPalangkaraya|:..

.:|formatPontianak||formatSamarinda||formatMataram||formatMakasar||formatManado||formatKendari||formatKupang||formatJayapura|:..

Page View x . since April 2008 all rights reserved © formatnews.com [2008] . disclaimer | redaksi | powered by. formatnews | design by pt format teknologi informasi