banner stopnarkoba
13987 KALI DIBACA

Ada Video Kapolres Simalungun Cekoki Miras, Ini Kata Kapolda Sumut

Ada Video Kapolres Simalungun Cekoki Miras, Ini Kata Kapolda Sumut

Jakarta – Beredar rekaman video di media sosial Youtube berjudul ‘Gawat !! Seorang Warga Kritis di Cekoki Miras Oleh Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan’. Video tersebut diduga merupakan rekaman CCTV yang terpasang di lokasi kejadian.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Paulus Waterpau yang dikonfirmasi detikcom bicara soal video itu. Paulus menuturkan tidak benar AKBP Marudut mencekoki warga dengan miras.

“Pertama-tama, itu bukan dicekoki. Dicekoki kan artinya orang dalam keadaan tidak berdaya, dipaksa minum. Jadi saya sudah meminta konfirmasi Kapolres yang bersangkutan. Kapolres mengatakan orang itu teman lama, sipil,” kata Paulus ketika dihubungi, Kamis (13/7/2017).

Dalam video terlihat awalnya pria mirip AKBP Marudut mendatangi lokasi bersama rombongannya. Dia lalu menghampiri seorang pria yang duduk di kursi area meja bar. Orang-orang yang datang bersama Marudut ikut menghampiri pria tersebut.

“Pak Kapolres ke sana untuk menjemput temannya, di mana Kapolres sudah siapkan tempat menginap untuk temannya. Temannya itu teman lama. Namanya orang bertemu teman lama, akhirnya happy-happy bersama,” ujar Paulus.

Lalu, dalam tayangan video, seorang perempuan yang datang dari arah rombongan pria mirip Marudut kemudian berjalan cepat ke arah pria mirip Marudut dan pria yang duduk di kursi area meja bar. Perempuan itu terlihat menengahi keduanya. Di rekaman, tak jelas apakah terjadi selisih paham atau hanya sekadar saling menyapa.

Masih dalam video, nampak pria mirip Marudut meninggalkan pria di meja bar dan duduk di sebuah meja makan panjang di depan meja bar, bersama rombongannya. Rekaman lalu menunjukan adegan selanjutnya yaitu rombongan pria mirip Marudut sudah duduk rapih di meja makan.

Pria mirip Marudut lalu menuang botol minuman keras ke gelas lalu penghuni mejanya bersulang bersama. Dia pun sempat melakukan salam komando dengan pria di seberang mejanya. Adegan CCTV selanjutnya berganti. Pria di seberang seseorang yang mirip Marudut itu menaruh kepala di atas meja seperti mabuk berat.

“Temannya itu sebelum ke sana sudah minum tuak sorenya. Nah malamnya, saat bertemu Kapolres, ditambah Chivas. Namanya dari minum minuman beralkohol tradisional, lalu meminum minuman pabrikan, apalagi itu kategorinya miras kelas C, kandungan etanol dan alkoholnya tinggi. Jadi akhirnya temannya itu mabuk berat. Kalau di Papua istilahnya mabuk mati,” jelas Paulus.

Pria mirip Marudut lalu meninggalkan kursinya dan berjalan menghampiri kursi si pria yang mabuk berat. Dalam rekaman tampak jelas pria mirip Marudut memegang gelas dan mengarahkan ke mulut pria yang sudah mabuk berat. Rombongan pun seperti merayakan adegan itu. Ada yang berjoget-joget.

Adegan kembali berganti, pria mirip Marudut meninggalkan pria yang mabuk berat. Seseorang yang duduk di samping pria mabuk berat, agak gempal, lalu menghampiri pria mirip Marudut. Entah apa yang dibicarakan pria berperawakan gempal itu kemudian seperti menghadang pria mirip Marudut.

Adegan-adegan selanjutnya adalah pria yang mabuk berat itu terlihat lemas dan tergelepar ke belakang kursi yang dia duduki. Sementara pria mirip Marudut kembali asyik mengangkat botol dan mengarahkan bibir botol ke mulut pengunjung lokasi lainnya.

“Setelah itu temannya tidak sadarkan diri, dibaringkan, diperiksa dokter dari rumah sakit. Pak Kapolres juga ikut minum. Itu bukan tempat hiburan malam. Tapi restoran yang menyediakan tempat bernyanyi,” terang Paulus.

Di saat yang sama, pria mabuk berat itu seperti kepayahan dan tidak sadarkan diri. Hal itu menarik perhatian pengunjung dan pegawai lokasi minum-minum tersebut. Mereka menyimak keadaan tersebut sambil berdiri. Perhatian tertuju ke si pria yang mabuk berat.

“Kejadiannya Kamis pagi, pergantian hari, pukul 00.00 pagi sampai 04.00 WIB di wilayah hukum Pematang Siantar,” tutur Paulus.

Subscribe

TEGAS BERITA

%d blogger menyukai ini: