Aipda H Syarifuddin Lubis : Allah Menjadi Sandaranku

Aipda H Syarifuddin Lubis : Allah Menjadi Sandaranku
Asrama Haji Medan

fnews – Medan: Pagi menjelang siang itu, ruang tunggu Asrama Haji Medan (Ahmed) terlihat telah dipadati oleh Calhaj kaum ibu dan bapak yang menunggu panggilan dari panitia PPIH Ratusan Calhaj dari kabupaten yang mempunyai kawasan areal terluas di Sum.Utara, yakni kabupaten Deliserdang yang dipimpin Bupati H.Ashari Tambunan. Di Kloter 11 masuk Ahmed (7/8).

Nun, tampak di sana arah pintu masuk ruangan itu, seorang lelaki muda memakai uniform Polri, di kepalanya menghias peci beledru hitam. Bukan topi yang biasa dipakai oleh Polri. Lelaki itu begitu tenang, namun pandangan matanya cukup awas/waspada tertuju kepada para Hamba Allah akan memenuhi panggilanNYA menanti petugas PPIH memanggil nama – nama mereka untuk masuk ke dalam kamar hotel di Ahmed yang terlihat presentatif.

Ah, perlu juga diwawancarai polisi pakai peci itu, gumam awak “SN” , ucapan yang pertama mengucapkan salam. Tenyata lelaki muda yang diketahui kemudian bernama Haji Syahruddin Lubis berusia 38, menyandang pangkat AIPDA Pol, bertugas di Polres Deliserdang, cukup respon.
Ngapain dia di ruang panggilan nama Calhaj, ternyata dirinya mendapat tugas dari atasannya bertugas untuk melakukan pengamanan calhaj asal kab.Deliserdang.

Kapan Syarifuddin pergi menunaikan rukun Islam ke-5. Diceritakannya, lelaki yang mengenyam pendidikan sekolah agama MAN di Medan sebagai modal masuk Polri, telah mendapat amanah dari Kemenag RI di Jakarta melalui Mabes Polri, menjadi petugas PPIH di Arab Saudi pada tahun 2004. Dengan ijin Allah pada tahun lalu 2016 dirinya terpilih lagi bertugas di Daerah Kerja (Daker) 11 Makkah.

“ Alhamdulillah, semua yang saya terima ini benar benar atas rahmat dari Allah. Testing yang saya jalani sebelumnya untuk menerima tugas sebagai Tamu Allah di Kota Suci Makkah Al-Mukarramah, tak ada artinya jika tak mendapat RidhoNYA,” bebernya .

Saya, imbuhnya, sangatlah merasa syukur dan senang menjalankan tugas berkaitan dengan penyelenggaraan haji.
Dengan sangat terbuka, polisi berpangkat AIPDA ini terkesan sangat mendambakan, dan bermohon kepada Allah semoga ketiga orang buah hatinya kelak menjadi hamba Allah yang taat menjalankan kehidupan dunia mencapai akhirat.

“ Putri pertama saya berusia 12 tahun menuntut ilmu perguruan Gontor, begitu pula nantinya dua orang adiknya akan menuruti jejak kakaknya. Ilmu agama akan menjadi pondasi dalam mengharungi kehidupan mereka nantinya. Di profesi apapun akan mereka pilih, yang penting mereka sudah mempunyai pegangan ilmu agama yang seperti diajarkan Rasullullah Muhammad SAW,”ujarnya.

Seperti yang terlihat, calhaj asal Deliserdang , sebagian besar berusia paruhbaya, sedikit jumlahnya yang berusia diatas 60-an. (H.Dasuki/bundo)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan