banner stopnarkoba
6407 KALI DIBACA

Ayo swafoto di hutan bakau

Ayo swafoto di hutan bakau
Dokumentasi pengunjung menikmati pemandangan hutan bakau dari atas jembatan kayu di kawasan pesisir Pantai Cengkrong, Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (21/8/2016). Hutan bakau seluas 70 Hektare di pesisir selatan Trenggalek itu merupakan tujuan wisata pendidikan yang banyak dikunjungin wisatawan, khususnya dari kalangan pelajar dan akademisi. (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

Kulon Progo, DIY (ANTARA News) – Pengelola kawasan hutan bakau di Dusun Pasir Kadilangu, Desa Jangkaran, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta membangun tiga jembatan penghubung ke titik-titik swafoto guna menyambut pengunjung liburan akhir tahun.

Dari tiga jembatan yang mulai dibangun beberapa waktu lalu, untuk bagian kanan dan kiri sudah dapat digunakan, sedangkan bagian tengah baru selesai 50 persen.

“Harapannya pengunjung dapat menikmati wisata alam hutan bakau tanpa berdesak-desakan,” kata salah satu pengelola kawasan mangrove Pasir Kadilangu, Suparyono, di Kulon Progo, Sabtu.

Selain pembangunan jembatan, pengelola menambah sejumlah titik dan hiasan pendukung swafoto, namun belum dapat dipasang. Pengelola juga menambah papan petunjuk, namun belum bisa dipasang karena air kerap pasang.

“Intinya kami tidak ingin suasana objek tidak ada perubahan dari waktu ke waktu, pengelola ingin pengunjung semakin dimanjakan,” kata dia.

Suparyanto mengatakan pengunjung yang datang ke kawasan hutan bakau bukan hanya pengunjung baru, melainkan juga pengunjung yang pernah ke sana dan kembali lagi. Untuk itu, pengelola berusaha menghadirkan suasana baru di kawasan hutan mangrove.

“Kami harus berbenah supaya pengunjung mangrove tidak bosen, dan kami tidak kehilangan pengunjung setia,” harapnya.

Dia mengatakan pada libur Natal dan Tahun Baru 2018, mereka mentargetkan jumlah pengunjung meningkat 30 persen dibanding hari biasanya. Saat ini, jumlah kunjungan sudah mulai meningkat.

“Pengunjung mayoritas berasal dari luar daerah, seperti Wonosobo, Sleman, Klaten, Solo. Kami memperkirakan jumlah pengunjung akan semakin memasuki puncaknya pada Tahun Baru 2018,” katanya.

Namun demikian, menurut Suparyanto, hal utama dalam penyambutan libur Natal dan Tahun Baru 2018 adalah ketersediaan lokasi parkir dan arus lalu lintas menuju kawasan hutan bakau.

“Kami koordinasi dengan karang taruna dan warga terkait penyediaan lokasi lahan parkir dan pengaturan lalu lintas kendaraan. Semoga kenyamanan dan keamanan pengunjung bisa terjaga,” katanya.

Pewarta: Sutarmi
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Subscribe

TEGAS BERITA

%d blogger menyukai ini: