banner stopnarkoba
2827 KALI DIBACA

Buwas Sebut Bisa Temukan Narkotika di Setiap Diskotek Jakarta

Buwas Sebut Bisa Temukan Narkotika di Setiap Diskotek Jakarta

Jakarta – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso (Buwas) mengatakan, keberadaan narkotika di diskotek menjadi salah satu daya tarik orang bersedia datang ke tempat hiburan malam itu. Malahan, narkotika bisa ditemukan di setiap diskotek di DKI Jakarta.

“Silakan saja dicek, setiap diskotek yang ada di Jakarta ini ditelusuri saja, bisa nggak kita beli narkoba di situ? Bisa, ada. Berarti kan ada hubungannya antara narkotika dengan hiburan malam. Oleh sebab itu, ini ada korelasinya antara hiburan malam dengan narkotika. Karena orang yang datang ke diskotek itu, manakala tidak ada narkotika maka tidak akan datang ke situ.” ujar Budi Waseso saat dihubungi, Selasa (19/12/2017).

Padahal, kata Buwas, sudah menjadi tanggung jawab pemilik usaha hiburan malam untuk ikut menjalankan perintah negara, yakni menghindari penyalahgunaan narkotika. Sangat disayangkan ketika baru-baru ini, terjadi penemuan laboratorium sabu cair di Diskotek MG club International yang sudah beroperasi selama 2 tahun. Pemiliknya sendiri, Agung Ashari alias Rudy buron hingga kini.

“Yang sekarang terjadi ini kan pemiliknya membiarkan, malah berkolaborasi, malah membuat kan. Nah,karyawannya sama semua. Ini kan mereka memang berkolaborasi untuk melakukan kejahatan,” kata Buwas.

Kalau perlu, menurut Buwas, langsung tutup saja begitu ada indikasi peredaran narkoba. Langkah ini tentu perlu perhatian tegas dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Yang kedua, pemerintah daerah juga harus mewaspadai ini. Artinya di kala tempat hiburan malam itu terindikasi tempat peredaran narkoba, tutup saja. Supaya apa, pengusaha ini memiliki tanggung jawab, sehingga tidak lepas begitu saja dan membiarkan itu terjadi,” ucapnya.

Sebelumnya Kepala BNN Provinsi DKI Jakarta Johny Pol Latupeirissa bertemu denga Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno untuk membahas pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di DKI. Sandiaga mengatakan dari pertemuan itu hasilnya nanti akan dituangkan dalam surat edaran gubernur kepada pelaku bisnis hiburan malam dan hotel. Penerapan materi-materi PG4N di kurikulum sekolah juga akan digalakkan oleh Pemprov melalui Dinas Pendidikan.

Tak hanya itu, dalam pertemuan tersebut Sandi dan BNNP juga merinci sejumlah tempat hiburan yang diwaspadai terindikasi peredaran narkoba. Di antaranya Illigals (Hotel and Club), Tematik (karaoke), Golden Crown (diskotek), Classic (hotel), B’Fashion Club, Happy Puppy (karaoke), Travel (hotel), New Monggo Mas, Bandara (diskotek), Kota Indah (karaoke), dan Top 1 (diskotek). Selain tempat hiburan, ada sejumlah rusun yang terindikasi peredaran narkoba di Jakarta, antara lain Rusun Marunda, Rusun Flamboyan, Rusun Tambora, dan Rusun Cempaka Putih. (dtc)

Subscribe

TEGAS BERITA

%d blogger menyukai ini: