banner stopnarkoba
4577 KALI DIBACA

Desktop PC yang Kini Makin Irit Daya

Desktop PC yang Kini Makin Irit Daya

2015_0505_14335800resized640Jakarta – Masih ingat PC jadul? Ya, sebuah kotak casing besar, lengkap dengan sebuah monitor tabung alias CRT yang ukurannya juga tak kecil. Selain ukuran, konsumsi daya listrik perangkat jadul itu pun sangat besar.

Untuk PC-nya saja, setidaknya dibutuhkan daya 400 Watt, sementara monitornya menyedot daya tak kurang dari 100 Watt. Namun PC terus berevolusi, tak cuma ukurannya yang semakin mengecil juga konsumsi dayanya yang terus menciut.

Contohnya Intel NUC generasi terbaru yang dirilis Intel di Jakarta, Selasa (5/5/2015), yang menggunakan prosesor Intel Core generasi ke-5. Nuc adalah sebuah desktop PC yang ukurannya hanya sedikit lebih besar dari genggaman tangan pria dewasa.

Dengan ukuran seperti itu, di dalamnya bisa dibenamkan prosesor Intel Core i3 sampai Core i7. Artinya Intel NUC punya kekuatan komputasi yang terbilang tinggi, layaknya sebuah desktop PC. Ia bisa meng-convert sebuah video berukuran 500MB dalam waktu kurang dari 3 menit.

Namun konsumsi dayanya bisa dibilang sangat irit. Contohnya ketika dipakai memutar video full HD, NUC hanya mengkonsumsi daya sebesar 9,8 Watt. Angka itu tentu akan menjadi lebih kecil jika dipakai untuk melakukan hal lebih ringan.

“Lebih irit dari daya yang dipakai oleh sebuah lampu TL yang banyak dipakai di rumah-rumah,” ujar Hermawan Sutanto, Channel Sales Director Intel Indonesia dalam acara peluncurannya.

Ada juga Intel Compute Stick, sebuah PC seukuran ibu jari dengan prosesor quad core Intel Atom Baytrail. Untuk menyalakannya hanya dibutuhkan sebuah adaptor USB dengan rating 2A.

Jika dikonversi ke Watt, sebuah adaptor USB bertegangan 5V dan arus 2A akan menghabiskan daya sebanyak 10 Watt. Perlu diingat, ini adalah daya maksimal yang dipakai, sementara pada penggunaan sehari-hari, dayanya tentu akan lebih kecil lagi.

“Kedua perangkat ini punya profil pengguna yang berbeda. Intel NUC untuk pengguna yang butuh performa komputasi tinggi, sementara Compute Stick untuk yang lebih ringan,” tambah Hermawan.

Hermawan menambahkan, Intel Compute Stick ini bisa jadi solusi di dunia edukasi. Contohnya untuk Ujian Nasional (UN) yang berbasis komputer. “Ada sekolah yang mengeluh kalau daya listriknya tak cukup untuk menggunakan komputer dalam jumlah banyak,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini bisa diatasi dengan penggunaan Compute Stick, dengan konsumsi daya tak sampai 10 Watt, meski ditambah perangkat pendukung lain, dayanya akan tetap irit. “Cukup menyediakan monitor, mouse, dan keyboard. Monitor zaman sekarang paling listriknya cuma 15 watt,” tutup Hermawan.

Subscribe

TEGAS BERITA

%d blogger menyukai ini: