Diskusi Lintas Aktivis, Potret Infrastruktur Jalan di Medan dan Sumut

Diskusi Lintas Aktivis, Potret Infrastruktur Jalan di Medan dan Sumut
Saharudin

fnews – Medan: Diskusi Lintas Aktivis diselenggerakan Kamis 20 Juli 2017 Pukul 15.00-18.00 di Kedai Mantan Jalan Manaf Lubis/danau singkarang Simpang empat Gaperta Medan dengan tema “Potret Infrastruktur Jalan di Medan dan Sumut”

Latar belakang diskusi ini, menurut Saharuddin sebagai penyelenggaranya seperti tertulis di akun facebooknya dan whatsApp Medan ADALAH Kita, setidaknya dalam tiga tahun terakhir infrastruktur jalan di Kota Medan terbilang babak belur. Kerusakan jalan bukan saja dikarenakan dampak dari endapan air, namun juga akibat kondisi jalan yang kupak-kapik dampak bekas proyek galian yang terkesan dibiarkan menahun. Tak heran selama ini ada menyebut Medan sebagai Kota Seribu Galian.

Begitu juga dengan infrastruktur jalan di hampir di seluruh wilayah Provinsi Sumatera Utara. Kondisinya masih belum bisa dikatakan layak, baik itu jalan berstatus jalan kabupaten/kota, provinsi maupun berstatus jalan nasional.

Ironisnya, catatan buruk di Kota Medan dan kabupaten/kota lain di Sumut itu berulang hampir di setiap tahunnya. Persoalan-persoalan pelayanan publik masih berkutat pada jalan rusak, banjir di wilayah perkotaan dan ROB di Utara serta buruknya drainase yang bahkan diperbaiki asal jadi.

Padahal, ujar Saharuddin, jika menilik pada tugas pokok dan fungsi serta visi-misi SKPD yang dimiliki Pemko/Pemkab maupun Pemprovsu di bidang infrastruktur, mereka memiliki tugas yang memang dititahkan untuk melaksanakan urusan yang berkaitan dengan jalan dan atau drainase.

Misalnya Kota Medan. Salah satu tugas SPKD Dinas Bina Marga Kota Medan adalah melaksanakan urusan pemerintah daerah di bidang bina marga, drainase, energi dan sumber daya mineral berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.

Dinas yang dikepalai Khairul Syahnan itu juga memiliki visi mewujudkan prasarana Kota Medan Metropolitan yang nyaman. Misinya, meningkatkan kualitas dan kuantitas prasarana jalan, jembatan, drainase dan sumber daya air.

Di kabupaten/kota lainnya di Sumut, tugas pokok dan fungsi SKPD yang menangani infrastruktur juga tak jauh beda dengan apa yang ada di Dinas Bina Marga Medan. Lebih kurangnya SKPD itu mengurusi konstruksi jalan dan drainase serta sumber daya air.

Lalu, kenapa persoalan kacaunya infrastruktur di Sumut itu masih saja terus berulang? Atau jangan-jangan ada yang terkesan sengaja memelihara kekacauan itu agar bisa terus mengerjakan proyek dan mendapatkan pundi dari APBD/APBN setiap tahunnya? Apakah ada unsur tindak pidana korupsi pada setiap pengerjaan infrastruktur di Provinsi Sumut ini?

Bagaimana sebenarnya instansi penegak hukum mencium dan menangkap sinyal adanya dugaan korupsi dari proyek infrastruktur itu? Dan apa pula solusi yang bisa diberikan dari elemen rakyat agar persoalan infrastruktur itu tidak menjadi permasalahan yang berulang-ulang?, tanya Saharuddin.

Berdasarkan kompleksitas fakta itu, Gerakan Rakyat Berantas Korupsi Sumut (Gerbraksu) dan Presidium Masyarakat Medan Utara (PMMU) akan melaksanakan Diskusi Lintas Aktivis bertema “Potret Infrastruktur Jalan di Medan dan Sumut.”

Diskusi Lintas Aktivis ini bertujuan untuk:

1. Menjadi wadah pemaparan oleh para pihak terkait, stakeholder untuk bisa melakukan pembangunan di Kota Medan dan Sumatera Utara dengan aksi nyata.

2. Mendorong penegak hukum untuk lebih serius menangani kasus-kasus korupsi infrastruktur yang ada di Kota Medan dan Sumatera Utara.

3. Mendorong para pakar, akademisi, aktivis dan media untuk berperan aktif menjadi pengawas dalam roda pemerintahan di Kota Medan dan Sumatera Utara.

4. Mengkampanyekan terwujudnya pemerintahan yang profesional tanpa meninggalkan konstitusional

Sasaran yang ingin di capai:
1. Output/keluaran : Terlaksananya diskusi.
2. Outcome/hasil : Bisa menjadi parameter bagi Pemda tentang pelaksanaan dan pengelolaan infrastruktur yang baik dan benar.

Sebagai Narasumber Dan Peserta, Narasumber : Kejati Sumut, Polda Sumut, Pemprov Sumut, Pemko Medan dan Aktivis Pembangunan

Peserta : 50 orang terdiri dari lintas aktivis dan media cetak dan elektronik di Kota Medan, elemen masyarakat dan mahasiswa.

Acaranya dimulai dengan Pembukaan dan pemaparan tema oleh penyelenggara, Pemaparan oleh para narasumber berkaitan dengan tema, Tanggapan oleh peserta dan Penutupan/Kesimpulan/Rekomendasi. en

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan