Hukum Mati Pengimpor Sabu 800 Kg, MA: Bukan Efek Jera, Tapi Keadilan

Hukum Mati Pengimpor Sabu 800 Kg, MA: Bukan Efek Jera, Tapi Keadilan

Jakarta – Kasasi Wong Chi Ping alias Surya Wijaya ditolak sehingga ia tetap dihukum mati. Wong merupakan importir sabu 800 kg atau yang terbesar di Asia Pasifik dan tangkapan terbanyak dalam sejarah BNN.

Wong merupakan buronan 7 negara dalam kasus narkoba. Pergerakannya licin bak belut dan BNN butuh waktu 5 tahun untuk menangkap Wong yaitu dibekuk pada awal Januari 2015 lalu. Kala itu, Wong membawa 800 kg sabu lewat perjalanan laut dari Malaysia-Kepulauan Seribu-Tangerang. Wong lalu diadili dan dihukum mati baik di tingkat pertama, banding dan kasasi.

“Jadi selama ini MA menjatuhkan hukuman mati tentu majelis yang bersangkutan berdasarkan keadilan. Jadi bukan karena efek jera, tapi kalau keinginan masyarakat yaitu keadilan maka hukuman mati masih dapat dipertimbangkan,” kata juru bicara MA hakim agung Suhadi dalam jumpa pers di MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (31/5/2016).

Vonis kasasi Wong Chi Ping diketok pada sidang yang digelar Senin (30/5) kemarin sore. Duduk sebagai ketua majelis yaitu hakim agung Artidjo Alkostar dengan anggota hakim agung Suhadi dan hakim agung Andi Samsan Nganro.
Selain Wong Chi Ping, delapan orang komplotan itu juga diadilli. Berikut daftarnya:

1. Ahmad Salim Wijaya dihukum mati.
2. Cheung Hon Ming dihukum mati.
3. Siu Cheuk Fung dihukum seumur hidup.
4. Tan See Ting dihukum seumur hidup.
5. Tam Siu Liung dihukum seumur hidup.
7. Sujardi dihukum 20 tahun penjara.
8. Syarifuddin divonis 18 tahun penjara.
9. Andika divonis 15 tahun penjara.

“Menjatuhkan hukuman adalah kewenangan dari otoritas majelis hakim, kemudian terhadap putusan hakim berdasarkan ketentuan UU yang berlaku,” ucap Suhadi.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan