IPW Desak Bentuk Tim Khusus Kasus Novel

IPW Desak Bentuk Tim Khusus Kasus Novel
Novel Baswedan - repro

fnews – Jakarta: Pengakuan Novel Baswedan bahwa ada oknum jenderal polisi terlibat dalam kasus teror penyiraman air keras terhadap dirinya menjadi sebuah skandal yang mengejutkan, yang harus segera dibongkar dan oknum jenderal tersebut ditangkap dan diseret ke pengadilan.

Indonesia Police Watch (IPW) dalam siaran persnya yang dikeluarkan melalui akun facebook Neta S Pane, Ketua Presidium Ind Police Watch, kemaren, mendesak segera dibentuk tim khusus untuk membongkar kasus ini agar terang benderang.

Publik tidak bisa lagi hanya berharap pada Polda Metro Jaya untuk menuntaskan kasus ini. Sebab sudah tiga bulan Polda Metro Jaya menangani kasus ini tapi tak terlihat tanda – tanda kasus ini akan terang benderang. Sepertinya Kapolda Metro Jaya tak mampu bekerja profesional menuntaskannya, ujar Neta..

IPW menilai pengakuan Novel sekaligus menjadi babak baru dalam kasus teror penyiraman air keras kepda penyidik KPK tersebut. Untuk itu kasus ini perlu dituntaskan agar tudingan Novel ini tidak menjadi spekulasi dan bola liar.

Sepintas, lanjut Neta, publik bisa membenarkan tudingan Novel. Ada dua indikasi yang bisa membuat publik memercayai tudingan Novel. Pertama, selama ini publik tahu persis oknum polisi tertentu dan Novel bermusuhan. Kedua, publik melihat bahwa selama ini Polda Metro Jaya tak kunjung mampu mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap Novel. Dari kedua kasus ini seolah bisa menjadi pembenaran terhadap tudingan Novel.

Untuk itu kasus penyiraman air keras terhadap Novel harus segera dituntaskan Polri. Kapolri jangan lagi berharap pada Polda Metro Jaya untuk menuntaskannya. Sebab Polda Metro Jaya sudah nyata – nyata tidak mampu dan Mabes Polri harus segera mengambilalih kasus ini. Sebab ini menyangkut wibawa dan kredibilitas profesionalisme Polri secara keseluruhan, apalagi dengan adanya pengakuan Novel bahwa ada oknum jenderal polisi yang terlibat.

Dengan adanya tudingan Novel ini sudah saatnya Komisi III DPR memanggil Kapolri dan Kapolda serta Novel untuk mengklarifikasi tudingan tersebut. Jika tudingan Novel itu benar keterlibatan oknum jenderal itu tidak bisa dibiarkan. Kejahatannya harus diungkap tuntas. Sebab ini sebuah kejahatan besar. Sebaliknya jika tudingan Novel tidak benar, penyidik KPK itu bisa diproses secara hukum dengan tuduhan mencemarkan nama baik kepolisian, demikian Pane. @@@

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan