Pelabuhan Kuala Tanjung tahap I untuk Terminal Multi Purpose akan Efektif

Pelabuhan Kuala Tanjung tahap I untuk Terminal Multi Purpose akan Efektif

MEDAN – PT.Indonesian I (Pelindo) I Persero menargetkan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung tahap I untuk Terminal Multi Purpose akan efektif beroperasi pada kuartal 1 201 PT.Indonesian I (Pelindo) I Persero menargetkan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung tahap I untuk Terminal Multi Purpose akan efektif beroperasi pada kuartal 1 2017.

Hingga saat ini pembangunan terminal multi purpose Pelabuhan Kuala Tanjung yang dimulai awal tahun 2015 ini telah mencapai 45 persen rampung.

General Manager Pelabuhan Kuala Tanjung Pelindo I, Agust Deritanto, mengatakan, percepatan pembangunan telah mendapat dorongan dari stakeholder terutama dari tiga perbankan BUMN serta pemerintah provinsi (Pemprovsu) dan Pemerintah Daerah (Pemda).

Apalagi pelabuhan ini yang memiliki fasilitas trestle sepanjang 2,7 kilometer dan dermaga sepanjang 500 meter tidak mengalami kendala sehingga pembangunan lancar hingga beroperasi nanti pada triwulan pertama tahun 2017.

“Sampai saat ini tidak ada kendala. Kalaupun ada di luar alam kemungkinan untuk pengembangan berikutnya yakni ketersediaan lahan di darat. Tapi syukurnya di area Kuala Tanjung ini masih banyak area kosong jadi terkait pengembangan ke depannya akan relatif lebih mudah,” tuturnya kepada wartawan di lokasi pembangunan Kuala Tanjung, Jumat.

Dijelaskannya, pelabuhan Kuala Tanjung dapat menampung 3 hingga 5 kapal container dan dikembangkan sebagai Industrial Gateway Port yang mengintegrasikan pelabuhan dan kawasan industri.

Nantinya pelabuhan ini akan dikembangkan dalam empat tahap, yaitu tahap pertama, pengembangan Terminal Multi Purpose Kuala Tanjung (2015-2017), tahap kedua, pengembangan kawasan Industri di Kuala Tanjung seluas 3.000 Ha (2016-2018), tahap ketiga pengembangan Dedicated Terminal/Hub Port (2017-2019), dan tahap keempat, pengembangan kawasan industry terintegrasi (2021-2023).

“Letak strategis wilayah kerja Pelindo I yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka, yang merupakan alur pelayaran terpadat di dunia merupakan potensi dan peluang yang harus dikembangkan. Apalagi pelabuhan ini untuk mendukung KEK Seimangke yang jaraknya ke Kualatanjung itu cuma 42 kilometer. Sedangkan KEK Seimangke ke Belawan 142 kilometer,” kata Agust didampingi Manager Keuangan Umum, Syahrur Ramadhan dan Manager Bisnis dan Teknik Aswanda Sigalingging.

Nantinya, lanjut Agust, terminal akan didukung dengan sarana dan prasarana inter land atau di darat, di antaranya akses jalan tol, jalur kereta pelabuhan hingga Pembangkit Listrik Tenaga Gas. Tak hanya itu, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya siap memasok gas ke area Pelabuhan Kuala Tanjung.

“Rel sudah masuk 80%. Jalan Tol sudah dibangun samapai ke Tebing Tinggi kemudian dari Tebing ke Kuala Tanjung itu tinggal 40 km,” katanya.

Memang, diakui Agust, ada kemungkinan terminal akan dikembangkan berikutnya namun masih terkendala dalam aturan dan harga untuk pembebasan lahan, meskipun masyarakat bersedia..

“Kalaupun nanti sulit mendapatkan lahan di darat, kita bisa melakukan pengerukan bisa di pantai karena panjangnya bisa sampai 200 hektar. Terpenting beroperasinya dermaga ini secara keseluruhan untuk Pelabuhan cargo umum pada Agustus-September 2017,” katanya. (KB01)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan