banner stopnarkoba
4877 KALI DIBACA

Peredaran Vaksin Palsu, Dinkes dan BBPOM Harus Kerjasama

Peredaran Vaksin Palsu, Dinkes dan BBPOM Harus Kerjasama
anggota Komisi B DPRD Medan, Rajuddin Sagala

formatnews I Medan

Merebaknya isu penyebaran vaksin palsu mendorong Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan mendesak Pemerintah kota (Pemko) Medan dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Medan untuk segera  mengamankan vaksin di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (Faskes) maupun Rumah Sakit (RS)  yang pengadaannya dari sumber tidak resmi dan menariknya apabila terbukti palsu.

“Dengan merebaknya penemuan vaksin palsu di bebarapa kota di Indonesia kita (Komisi B-red) meminta kepada Dinkes Medan untuk segera melakukan pendataan  jenis vaksin yang telah dipalsukan dan sarana pelayanan kesehatan, yang diduga sebagai pengguna. Dan secara proaktif dan intensif mendata masyarakat atau pasien penerima vaksin palsu melalui data dari  yang menggunakan vaksin palsu agar dapat segera dilakukan vaksinasi ulang,”kata anggota Komisi B DPRD Medan, Rajuddin Sagala kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (28/6).

Lalu,  selain oleh Dinkes Medan, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Medan itu juga  mendesak Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan  agar meningkatkan pengawasan secara intensif termasuk terhadap. pendistribusian vaksin agar sesuai dengan kaidah Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB), termasuk melakukan ‘law enforcement’ atau memberikan sanksi pidanan  secara tegas dan tidak tebang pilih terhadap pelaku yang terlibat.

“Meskipun belum ditemukan di Medan, namun, kami mensinyalir bahwa terjadinya peredaran vaksin palsu terjadi akibat masih lemahnya sistem pengawasan pemerintah terhadap pembuatan dan peredaran vaksin. Sehingga dengan kondisi itu, diminta sanksi tegas berupa sanksi pidana maupun sanksi pencabutan izin usaha bagi pelaku yang terbukti terlibat dalam mengedarkan vaksin palsu itu, “sebutnya.

Untuk itu, sambung Rajuddin, Dinkes Medan dan BBPOM diminta  untuk memperkuat kerjasama lintas sektoral terhadap pengawasan produk dan pengamanan pendistribusian vaksin di Medan agar dapat meminimalisir dampak penyebaran dan peredaran vaksin palsu.

“Kasus ini harus segera disikapi secara serius oleh Dinkes maupun BBPOM Medan dengan membentuk tim untuk melakukan razia di sejumlah apotek maupun faskes serta rumah sakit di Medan agar dapat meminimalisir dampat penyebaran dan peredaran vaksin palsu di Medan, “tandasnya sembari melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang vaksin mana yang palsu sehingga tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Sebagaimana diketahui, sejak isu vaksin palsu ini berhembus, banyak masyarakat yang khawatir akan dampak penggunaannya. Apalagi, masyarakat awam tidak mampu membedakan mana vaksin asli dan mana vaksin yang palsu.

BBPOM Medan sendiri menyatakan vaksin palsu dan vaksin asli bisa diketahui setelah melakukan cek di laboratorium.
Itupun, memakan waktu untuk mengetahui kandungan zat yang terkandung dalam vaksin.

Sementara itu, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan memantau kemungkinan beredarnya vaksin palsu di Kota Medan dengan  menyambangi sejumlah rumah sakit, klinik dan tempat-tempat pelayanan medis yang ada di Kota Medan.

“Total lokasi yang disambangi oleh tim kami sejak isu peredaran vaksin palsu ada 10 tempat. Itu mulai dari rumah sakit swasta, rumah sakit pemerintah, klinik-klinik dan pelayanan medis lainnya. Sejauh ini, memang belum kami temukan,” kata Kepala BBPOM Medan, Alibata Harahap

Alibata mengatakan, pada pengecekan kemarin, sejumlah sample vaksin diambil untuk diperiksa. Setelah dicek, ternyata tidak ada masalah karena pendistribusiannya resmi dari pemerintah.

“Ya, memang belum ada kami temukan ini. Begitupun, percayalah, kami akan tetap melakukan pengawasan secara rutin,” pungkasnya. (rom)

Subscribe

TEGAS BERITA

%d blogger menyukai ini: