Presiden Soekarno pernah menjadi santri mondok di empat pesantren modern

Presiden Soekarno pernah menjadi santri mondok di empat pesantren modern
Soekarno

fnews – Jakarta: Yang pertama menjadi santri di kediaman HOS Cokroaminoto yang menjadi Ketua Sarekat Islam di Surabaya pada usia remaja.

Setelah menginjak dewasa nyantri dan mengajar di Muhammadiyah, Persatuan Islam atau Persis. dan menjadi santri di Nahdlatul Ulama dengan cara yang berbeda dengan diberi gelar Waliyul Amri

“Soekarno adalah seorang santri”, tegas Ahmad Basarah saat meluncurkan buku yang ditulisnys dengan judul : Soekarno, Islam dan Pancasila di Jakarta Rabu (21/6/2017).

Hadir dalam acara yang digelar di MPR RI antara lain Presiden ke V Megawati Soekarno Putri yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat, mantan Menteri Pertahanan Machfud MD. Sedang dari alumni GMNI tampak Theo Sambuaga. Sekjen alumni GMNI Ugiek Kurniadi, Sejarawan Peter Kasenda.

Dikatakan, konsistensi dan ketegasan Soekarno teruji kembali saat memutuskan kembali ke UUD 1945 lewat Dekrit 5 Juli 1959 dengan menyatakan bahwa UUD 1945 dijiwai oleh Piagam Jakarta sebagai satu kesatuan.

Pancasila sebagai dasar negara yang digali oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juli 1945, katanya, tidak bisa dirubah kecuali dengan revolusi, makar atau oleh penjajahan baru.

Bahlkan Pancasila lebih unggul dari ISIS sebab Pancasila menganut Persatuan Indonesia, terang Basarah.

Santri adalah orang yang menjalankan agama dengan tertib dan Soekarno menjadikan Islam lebih dinamis,kata Machfud MD. Bahkan di saat saat awal kemerdekaan, Soekarno sambil menggendong Megawati meresmikan berdirinya Universitas Islam Indonesia di Jogjakarta, kata Machfud MD yang masih alumni UII Jogja.

Megawati Presiden ke 5 dalam sambutannya lebih jauh mengatakan, buku Soekarno, Islam dan Pancasila yang diambil dari disertasi Doktoral Ahmad Basarah membuktikan bahwa Pancasila adalah karya ilmiah. Pancasila bisa di uji secara akademis, jelas Mega.

“Saya adalah orang pertama yang menantang Ahmad Basarah agar politisi muda membuat kajian karya ilmiah tentang Pancasila. Dan hari ini telah dibuktikan penulisnya”, tegas putri Bung Karno.

Ditemui ditempat yang sama Edhy Prabowo Ketua Fraksi Partai Gerindra di MPR RI mengatakan, kita harus bersyukur kita punya Pancasila yang dirumuskan oleh para pendiri negara yang diambil dari nilai – nilai yang hidup di masyarakat kita sendiri.

Yang penting sekarang implementasinya dalam kehidupan sehari – hari dan teladan dari pemimpinnya. Sebab, munculnya kekosongan akan dimanfaatkan oleh pengaruh dari luar seperti munculnya gerakan ISIS atau Khilafah.

“Namun tak perlu kita berhadap – hadapan dengan ISIS. ISIS cuma cocok hanya di Arab di negara asalnya. Di Indonesia pasti Pancasila yang lebih baik, ujar wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang sangat dekat dengan Prabowo Soebianto.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edy ikut blak – blakan berujar, garakan Khilafah dan ISIS sudah makin rawan di Jakarta. Malah ada yang dibubarkan pemerintah. Mereka sebaiknya agar kembali ke Pancasila karena Khilafa tidak bisa hidup sebab negara kita masarakatnya beragam, pungkasnya.

Erwin Kurai.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan