banner stopnarkoba
5457 KALI DIBACA

REFLEKSI AKHIR TAHUN KEBERAGAMAN DAN TOLERANSI DI KOTA DEPOK

REFLEKSI AKHIR TAHUN KEBERAGAMAN DAN TOLERANSI DI KOTA DEPOK
ilustrasi

fnews – Depok: Sejumlah indikator menunjukkan bahwa tidak berlebihan jika Kota Depok mendapat predikat sbg salah satu kota intoleran di Indonesia (Setara Institute mencatat sebagai Kota ke-5 paling Intoleran).

Demikian salah satu kesimpulan Refleksi Akhir Tahun Keberagaman dan Toleransi yang diselenggarakan #GusdurianDepok bersama jaringan lintas iman. Acara ini sekaligus memperingati sewindu haul Gus Dur.

Hadir sebagai narasumber Ahmad Achmad Solechan (PCNU Depok), Mangaranap Sinaga (Ketua DPP PARKINDO/Ketua PIKI Depok), Muhammad Subhi Azhari (Gusdurian Depok) dan Kompol Putu Kholis (Kasatreskrim Polresta Depok). Diskusi di pandu moderator Mansyur Alfarisy.

Sebagai kota yg sangat plural, Pemerintah Kota Depok ternyata belum mampu mengelola keragaman tersebut dg baik. Beberapa konflik terkait pendirian rumah ibadah, persoalan JAI, radikalisme dan ujaran kebencian mewarnai dinamika sosial keagamaan di Depok. Pemerintah juga dianggap kurang serius mendorong dialog dan kerjasama antar agama, sebaliknya justru membiarkan potensi konflik horizontal dg menutup mata terhadap adanya beberapa perumahan yg hanya boleh dihuni satu agama tertentu. Termasuk rumah kontrakan dan kost yang hanya diperbolehkan disewa satu agama tertentu.

Seharusnya Pemerintah Kota turut mendukung Kelompok2 Keberagaman Lintas Agama seperti BASOLIA, KELOMPOK MUDA KEBERAGAMAN dll yang berusaha merekatkan kehidupan bersama dalam kepelbagaian di masyarakat.

Dari diskusi dan refleksi ini akan ada perbaikan dan perhatian dari Pemerintah Kota dalam membangun dan merawat NKRI dgn keberagamannya yang ada di Kota Depok. rn

Subscribe

TEGAS BERITA

%d blogger menyukai ini: