SAMPAI DELAPAN ORANG BATAK MENEKEN UANG TAPANOELI : ORANG BATAK SULIT KOMPROMI ?

SAMPAI DELAPAN ORANG BATAK MENEKEN UANG TAPANOELI : ORANG BATAK SULIT KOMPROMI ?
ilustrasi

(Saksikan Pameran Uang Perjuangan Sumatera Utara, 2-10 Mei 2017, Gedung Juang 45 Medan)

fnews – Medan: Pada masa revolusi 1945-1949, untuk mengatasi kelangkaan uang di daerah dan sebagai bentuk perlawanan tidak menggunakan uang Belanda, uang NICA dan uang Jepang yang masih beredar, undang undang membolehkan tiap daerah di Indonesia menerbitkan uang sendiri. Sumatera Utara merupakan daerah yang paling unik karena selama masa perjuangan menerbitkan uang daerah dalam jumlah paling banyak, mencapai 147 jenis uang.

Salah satu uang era perjuangan yang paling unik di Indonesia adalah uang Tapanuli yang dikeluarkan pada tahun 1947-1949. Unik karena uang ini merupakan satu – satunya uang yang harus diteken sampai 8 orang.

Biasanya uang diteken cukup oleh 2 orang bahkan ada hanya satu orang sebagai mewakili otoritas politik di daerah di masa itu. Tapi ini tidak berlaku bagi uang Tapanuli. Harus 8 orang Batak yang teken walau dengan tambahan kata “Diperiksa Oleh Kami Panitia”.

Kedelapan orang yang meneken ini adalah : P.Hutagalung, Hutauruk, Anwar Loebis, Manullang, Sidabutar, Simamora, M.Siregar, Tambunan. Dalam katalog iang Oen, kata – kata tambahan dll yang mengisaratkan adanya nama tambahan lain yang meneken uang Tapanuli ini. Adakah pembaca yang mengetahui ke delapan orang yang disebutkan di atas, siapa dan mengapa mereka sehingga punya otoritas menandatangani uang Tapanuli?

Kenapa sampai 8 orang Batak meneken uang ini , apa latar belakangnya? Apakah pertanda bahwa orang Batak sejak dulu sulit memilih satu dua orang untuk mewakili komunitasnya? Apakah ini pengaruh budaya politik orang Batak yang merasa dirinya “raja” dan tidak mau tunduk kepada “raja” lainnya, termasuk dalam hal siapa yang meneken uang yang beredar di Tapanuli?

Sampai sekarang kita kekurangan literatur untuk menjelaskan debat orang Batak hal uang (hepeng) ini, sehingga mereka tidak sepakat diwakili 2 orang tapi 8 oranglah yang meneken uang Tapanuli.

Jika anda penasaran dengan “uang Batak” yang unik ini dengan 8 tanda tangan ini dan ingin melihat uangnya dalam bentuk asli , kunjungilah Pameran Uang Perjuangan Sumatera Utara, 2-10 Mei 2017 , Gedung Juang 45 Jalan Pemuda Medan.

Pameran ini diselenggarakan kerjasama DHD 45 Sumut, Museum Uang Sumatra, Pussis Unimed dan Nahasiswa Sejarah Unimed. Pameran terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. (Ichwan Azhari).

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan