banner stopnarkoba
1437 KALI DIBACA

BPPP: Surimi Bahan Dasar Pembuat Naget

BPPP: Surimi Bahan Dasar Pembuat Naget

SICANANG BELAWAN-SURIMI merupakan daging ikan yang sudah dilumatkan, bisa tahan sampai 7 bulan tidak berubah warna. Berbeda dengan yang ibu-ibu buat. Bedanya dibahan baku surimi ini. Karena kalau bisa bahan itu dikurangi pengawet agar bisa menyehatkan.
Demikian disampaikan Tim Penyuluhan dari BPPP Kota Medan Rahma. Kamis, (17/7/2017).

Lebih jauh dikatakan Rahma, kalau anak SD (Sekolah Dasar) selalu makan bakso, berapa tahun dia makan anti basi dan berapa tahun dia makan bahan kimia. Sementara tukang baso tidak kaya-kaya tapi bertahun-tahun anak kita terkena penyakitnya, darn hal itu tanpa kita sadari. Itulah guna surimi itu. Ujarnya.

Kemudian Rahma memberikan penjelasan cara pembuatan Sarimi bahan daaar Naget tanpa Bahan Pengawet. Caranya, ambil dagingnya. Karena Prinsip ikan dimana ada ikan disitu ada es. Ikan Didinginkan sampai nol derajat selsius agar mutunya tahan lama.

Walau ibu cuci dengan air tapi sushunya suhu kamar ikan ibu bersih tapi gizinya kurang. Gizi akan bertahan apabila dia berada di nol derajat selsius. Itulah kunci ikan. Tambahnya.

Bikin apapun kalau bikin kerupuk maka dia akan kembang, itu tandanya daging ikan bagus. Tanda yang tidak ada gijinya maka dicontohkan Rahma seperti ikan asin. “Kita makan maka dia tidak ada gizinya.” jelasnya.

Mutunya berkurang pengaruh dari enzim di makhluk hidup tersebut. Itu kuncinya sehubungan dengan produk ikannya.

“Tidak perlu direndam dengan air tapi tumpuk langsung taruh es. Isi dalamnya pasti sudah kita buang. Kalau ikan 5 gram.” Rahma memperjelas.

Setelah dicuci bersih direndam dengan es dan garam selama 15 menit. Sementara perbandingan satu sendok garam maka banyaknya daging ikan 500 gram (setengah kilogram).

Adapun fungsi garam,untuk menyerap kadar air dalam ikan, juga memperkecil pori-pori bakteri dalam daging ikan sehingga bakteri tidak bisa menggerogoti pori-pori daging ikan. Dan produk kita bila dimasak bisa berkembang.

Sementara, fungsi es untuk menghambat bakteri. Karena bakteri tidak akan berkembang apabila pada suhu nol derajat selsius.

Meski rasa berbeda tapi dari nilai gizi berkurang. Kalau orang pantai pasti sudah tau dan tanda melihat fisik ikan.

Setelah 15 menit dicuci lalu diperas, di kurangi kadar airnya. Kalau usaha ibu sudah besar maka bikinlah perasannya seperti pemeras kelapa. Atau cara manual yang di pahamioleh ibu-ibu juga boleh modifikasi.

Karena menurut penyuluh dari BPPP, Kalau ada kadar air maka tidak akan tahan lama. Kemudian ditimbang lalu dimasukkan gula dua persen, masukkan dalam plastik kita siler. Kalau tidak ada siler maka pakai lilin. Siler itu alat perekat plastik. Terkahir disimpan di prizer agar tahan lama dari enam sampai delapan bulan.

Untuk ikan yang terlalu amis prisesnya lebih lama, ikan yang terlalu amis tersebut antaranya ikan cucut. Ikan pari, ikan dagu. Maka lakukan perendaman dua kali lima belas menit. Khusus utk ikan terlaku amis dicontohkan Rahma ikan hiu.

Tampak warga Sicanang mendengarkan dengan Tekun semua informasi Tim Penyuluh sambil menulis semua keterangan yang diberikan meski modul sudah diberikan sebelumnya. (Ilyas Nasution/Join)

Subscribe

TEGAS BERITA

%d blogger menyukai ini: