DPR Belum Setujui Proposal Kompensasi BBM Subsidi
Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo. (FOTO ANTARA/Ismar Patrizki)
formatnews, JAKARTA (6/5): Proposal dana kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak layak untuk disetujui DPR RI karena sejumlah alasan.

"Selain karena sejumlah program dalam proposal itu sudah terakomodasi dalam APBN 2013, ada potensi penyalahgunaan untuk kepentingan politik menuju tahun Pemilu 2014," kata anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo di Jakarta, Minggu.

Anggota Komisi III DPR RI juga menilai, alasan lainnya, pemerintah belum bisa mengelola BBM bersubsidi, karena jumlah yang diselundupkan terbilang sangat besar volumenya.

"Karena itu, proposal dana kompensasi yang akan dimasukan dalam APBN-P 2013 tidak memenuhi persyaratan untuk diterima," kata dia.

Dalam proposal dana kompensasi itu, ada program yang sama dan serupa dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga miskin.

"Kekuatan-kekuatan politik di DPR RI tentu saja akan belajar dari pengalaman menjelang Pemilu 2009. Saat itu, BLT dijadikan kuda tunggangan partai penguasa untuk meraih simpati pemilih. Hal serupa tidak boleh berulang di Pemilu 2014," ujarnya.

Kompensasi lain seperti beras untuk warga miskin (Raskin) serta bantuan bagi siswa miskin dan Program Keluarga Harapan sudah terakomodasi dalam APBN tahun berjalan.

"Alasan lain untuk menolak proposal itu adalah fakta bahwa pemerintah belum efektif mengelola BBM bersubsidi, karena persentase yang dicuri atau diselundupkan masih terbilang tinggi. Kelanggkaan BBM saat ini lebih disebabkan pencurian dan penyelundupan oleh oknum aparat negara. Artinya, Pemerintah belum all out memerangi penyelundupan BBM bersubsidi," imbuhnya.

Perkiraan bahwa 30 persen BBM bersubsidi diselundupkan atau tidak tepat sasaran sudah dibenarkan oleh pemerintah sendiri. Namun, respons pemerintah atas masalah ini sangat minimalis.

"Dengan demikian, terpenuhilah syarat untuk menolak proposal Dana Kompensasi Kenaikan Harga BBM bersubsidi itu," kata Bambang Soesatyo. (*/Ant)
comments powered by FNEWS