Rakyat Riau Agar Tenang Tunggu Hasil Pilkada
Andi Yusran, Pengamat Politik Riau
formatnews, PEKANBARU (1/7): Potensi konflik bisa saja terjadi jika masing-masing kandidat calon gubernur dan wakil gubernur Riau mengklaim sebagai pemenang dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Riau (2013-2018) yang dilaksanakan, bulan September 2013 ini.

Disamping itu juga, hasil perhitungan cepat quick count yang dilakukan LSKP-LSI Group yang mengklaim ada pasangan tertentu menang telak dalam merebut kursi gubernur dan wakil gubernur Riau periode 2013-2018, dinilai banyak pihak bisa saja menjadi pemicu konflik karena lembaga itu begitu gencar melakukan move politik untuk kepentingan memenangkan kandidat yang dijagokannya.

Pengamat politik Universitas Riau Andi Yusran didepan wartawan, Minggu (30/6) mengatakan, rakyat Riau diminta harus tenang dalam menunggu hasil perhitungan suara Pemilukada yang dilaksanakan pihak Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Riau.

"KPUD merupakan lembaga resmi memutuskan hasil pemenang Pemilukada, sedangkan perhitungan suara yang dilakukan lembaga lain, seperti perhitungan cepat quick count bukanlah lembaga resmi yang memutuskan pemenang dalam Pemilukada ini," katanya.

Selanjutnya, Andi dalam menyampaikan pandangan politiknya tersebut menjelaskan, langkah perhitungan cepat oleh lembaga lain disarankan untuk tidak tergopoh-gopoh menyebutkan adanya kandidat yang menjadi pemenang sebelum KPUD Riau memutuskan hasil pleno mereka.

Silahkan saja, kata Andi, kalau hasil perhitungan cepat lembaga lain menyebutkan salah satu kandidat mempereloh suara terbanyak dari kandidat lainnya. Hanya saja, apa yang diperhitungkan lembaga lain itu harus dapat dibatasi dan tidak menjadi konsumsi publik secara luas sebelum KPUD selesai melakukan perhitungan suara nanti.

Saat ini ada lima pasangan cagub-cawagubri memenuhi syarat maju dipilkada. Jon Erizal-Mambang Mit (PAN, PKS), Herman Abdullah-Agus Widayat (Partai Gerindra), Achmad-Masrul (Partai Demokrat), Anas Makmun-Andi (Partai Golkar), Lukman Edy-Suryadi Khusaini (PDIP). (dar)
comments powered by FNEWS