Senyum Ningsih Seorang Penjaja Makanan
formatnews, PEKANBARU (15/7): Ningsih sigap melayani setiap pembeli yang menghampiri lapak tempat jualannya. Saban pukul 17.00 wib sore para warga di sekitar Jalan Paus menghampiri dagangan berbagai menu ringan kue dan kolak pisang untuk berbuka puasa.

Ningsih biasa berjualan di pinggiran jalan Paus. Dia mengaku memasak sendiri menu makanan ringan yang dijajakanya. Tiap sore, ia menjual berbagai macam aneka kue, semua bernilai antara Rp5000-Rp10.000,-. Jarang ada makanan yang disajikannya tak laku. Ludes semua, ujarnya bangga.

Pengakuan Ningsih hanya berjualan selama datangnya Ramadhan. Di luar Ramadhan, dia mengaku bekerja sebagai ibu rumah tangga. Hampir di tiap sektor, penjual makanan seperti mereka mudah dijumpai. Biasanya, mereka menggelar dagangan pada sore hari. Bagi konsumen yang berpuasa, kehadiran penjual makanan ini sangat membantu. Mereka tak perlu repot menyiapkan lauk. Kalaupun memasak, paling hanya membuat nasi saja.

Seperti disebutkan Roni, salah satu warga Pekanbaru mengaku dilokasi Jalan Paus sepenuhnya menggantungkan pada pedagang makanan matang ini. Sekali makan paling habis Rp20.000, ujarnya.

Buatnya, memanfaatkan waktu untuk mendekatkan diri pada Allah lebih penting. "Pedagang makanan matang sangat membantu sekali. Jadi ibadah lebih khusyuk karena tidak memikirkan nyiapin makanan," ujar Roni.

Roni mengaku dalam penglihatannya ada simbiose mutualisme antara pedagang makanan siap saji dengan warga yang berpuasa. "Di satu sisi kehadiran mereka sangat membantu. Tak perlu repot memasak, semua tersedia dengan harga yang terjangkau. Di sisi lain, para pedagang musiman ini mendapatkan berkah rezeki nomplok selama Ramadhan," celetuknya. (dar)
comments powered by FNEWS