banner stopnarkoba
5787 KALI DIBACA

Wali Kota Banda Aceh minta korban Tsunami bangkit dari segi ekonomi

Wali Kota Banda Aceh minta korban Tsunami bangkit dari segi ekonomi

Banda Aceh — Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman menghadiri zikir dan tausiah yang diselenggarakan di kuburan massal, Ulee Lheue, Banda Aceh, Selasa (26/12). Semua yang hadir larut dalam doa mengenang tragedi bencana gempa dan tsunami 13 tahun lalu.

Usai zikir dan tausiah yang disampaikan oleh Tgk Abdul Wahid, iman Masjid Lhoknga, Aminullah Usman didampingi Wakil Wali Kota, Zainal Arifin langsung menuju pemakaman massal untuk menabur bunga. Aminullah juga sempat berbincang-bincang dengan warga yang berziarah.

Pada kesempatan itu, Aminullah Usman meminta kepada seluruh warga kota Banda Aceh, terutama yang menjadi korban tsunami agar tidak lagi larut dengan musibah ini. Akan tetapi, sudah saatnya bangkit dari segala sektor, terutama sektor ekonomi untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“13 Tahun tsunami sudah berlalu, kita harus berbenah, harus bangkit secara ekonomi, perkuat keimanan dan tegakkan syariat Islam menuju Banda Aceh yang gemilang,” kata Aminullah Usman.

Aminullah juga mengajak kepada warga yang sudah mampu agar bisa membantu saudaranya yang belum mampu. Yang memiliki harta yang berkecukupan, agar bisa memberikan perhatian kepada warga yang masih miskin.

“Warga yang sudah mampu, lihatlah orang yang lemah,” pintanya.

Wali Kota juga mengingatkan, bencana gempa dan tsunami 13 tahun silam bisa menjadi pelajaran berharga, agar seluruh warga Banda Aceh untuk terus memperbaiki diri. Mengambil hikmah atas tragedi bencana terdahsyat kala itu.

“Musibah ini bisa menjadi i’tibar bagi kita, perkuatkan keimanan kita,” jelasnya.

Pemerintah Kota Banda Aceh, sebutnya, untuk mitigasi sudah mempersiapkan jalur evakuasi. Ini dilakukan untuk meminimalisir jatuhnya korban bila bencana kembali melanda Aceh. Meskipun, bencana itu tidak diharapkan, namun Amin menyebutkan penting untuk selalu waspada dan warga harus siap menghadapinya.

“Bencana tidak bisa kita lawan, setidaknya kita siap mengadapinya,” tegasnya.

Sementara itu Tgk Abdul Wahid dalam tausiahnya mengatakan, gempa dan tsunami terjadi di Aceh memiliki hikmah di balik itu. Paska bencana, Aceh yang dulunya berkonflik dengan Pemerintah Indonesia bisa berdamai dan duduk bersanding hingga sekarang.

Kedamaian itu sudah sangat dirasakan oleh seluruh rakyat Aceh. Kata Tgk Wahid, ini menjadi salah satu hikmah di balik bencana. “Mulai sekarang, rakyat Aceh tidak akan pernah lagi ‘berperang’ dengan saudara kita se Islam yang ada di Jakarta,” ungkapnya.

Menurutnya, umat muslim itu bukan berperang dengan sesama muslim. Akan tetapi yang harus dilawan dan diperang adalah zionis Yahudi dan Israel yang telah menjajah negara Palestina, sehingga Yarusalem telah diklaim menjadi ibu kota Israel.

“Ini yang harus dilawan, bukannya kita sesama muslim,” tukasnya.

Oleh karena itu, Tgk Wahid mengajak seluruh rakyat Aceh untuk bertaubat dan mendekatkan diri kepada sang Khalik. Sehingga musibah serupa bisa dihindari dan meminta kepada Allah agar bencana itu tidak lagi menimpa Aceh.

“Mari kita dekatkan diri kepada Allah SWT,” jelasnya. [merdeka]

Subscribe

TEGAS BERITA

%d blogger menyukai ini: