banner stopnarkoba
3127 KALI DIBACA

Wapres dan Gubsu Tebar 26 Ribu Ikan Endemik

Wapres dan Gubsu Tebar 26 Ribu Ikan Endemik

formatnews | PARAPAT

Dalam upaya meningkatkan populasi ikan endemik serta untuk mendukung kelestarian Danau Toba dalam upaya pengembangan kawasan strategis nasional Danau Toba sebagai destinasi wisata nasional kelas dunia. Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumatera Utara (Provsu) melakukan kegiatan Restocking atau tabur benih endemik di Danau Toba.

Kegiatan Restocking di kawasan Danau Toba tersebut ditandai dengan penebaran 26 ribu Ikan Endemik Danau Toba oleh Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla bersama Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) HT Erry Nuradi, Sabtu (30/7) di sela-sela acara Musyawarah Masyarakat Adat Batak di Pantai Bebas, Parapat .

” Restocking ini merupakan bagian dari rencana aksi terpadu penataaan dan penanganan kawasan Danau TobaTahun 2016-2018 yang sudah ditandatangani Pemprov Sumut beserta 7
kepala daerah se kawasan Danau Toba,” jelas Erry Nuradi dihadapan Wapres

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Sumut Zonni Waldi pihaknya akan melakukan restoking ikan endemik berkisar 100 ribu ekor setiap bulannya hasil dari pembenihan UPT Kerasaan.

“Alhamdulillah kita sudah berhasil melakukan produksi benih ihan atau yang biasa di sebut ikan jurong dimana hari ini sudah dilepas oleh Bapak Wapres dan Gubsu ke perairan
Danau Toba,” jelas Zonni.

Dijelaskannya 20 ribu ikan tawes yang ditebar juga hasil pembenihan pihaknya sedangkan 5 ribu ikan pora-pora bantuan dari Pangdam I BUkit Barisan.

Zonni menjelaskan bagian dari pelaksanaan Rencana aksi terpadu penanganan Kawasan Danau Toba Tahun 2016-2018, bulan Agustus ini akan dilakukan pendata ulang Keramba jaring Apung (KJA) milik masyarakat yang ada. Akan dilakukan pemeriksaaan by name dan by adress pemilik keramba per kabupaten serta luasannya.

Menurutnya KJA masyarakat dan KJA perusahaan yang ada di Danau Toba pada tahun 2015 memproduksi 80 ribu ton ikan per tahun padahal kapasitas daya dukung danau hanya 50 ribu ton per tahun. Dijelaskannya dua perusahaan memproduksi 51 ribu ton per tahun dan KJA rakyat sebesar 29 ribu ton per tahun.

“Produksi yang ada 60% melebih daya dukungnya, untuk itu akan dilakukan moratorium izin KJA dan zero KJA untuk mendukung Danau Toba sebagai tujuan wisata kelas dunia,”pungkasnya.(syah)

Subscribe

TEGAS BERITA

%d blogger menyukai ini: